Broken Link : Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Pengertian broken link, penyebab broken link, dampak broken link dan cara mengatasinya.
Pengertian Broken Link

AdityaTekno.com - Pengertian Broken Link. Bagi para webmaster, mungkin istilah broken link sudah tidak asing lagi. Tapi untuk blogger yang masih pemula biasanya masih bertanya-tanya apa itu broken link? 

Broken link bisa disebut juga sebagai link rusak (not found 404). Biasanya link ini tidak bisa diakses karena beberapa faktor. Misalnya saja seperti pergantian alamat URL blog/website. 

Tentu ini bisa menjadi masalah besar bagi pemilik blog/website, karena akan berdampak buruk untuk kesehatan blog/website itu sendiri.

Lalu apa dampaknya? Dampaknya akan saya bahas juga di artikel ini.

Pengertian Broken Link

Broken link adalah sebuah link rusak, link mati, dead link, atau link yang sudah tidak bekerja semestinya dan tidak bisa diakses lagi untuk sementara waktu maupun permanen.

Jika terdapat link mati pada blog/website anda segera diperbaiki, karena demi menjaga kesehatan blog/website seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Dalam pedoman Google, memberitahukan kalau seluruh halaman blog/website yang sudah online harus bisa semuanya. Jadi, ketika ada orang yang mengunjungi halaman tersebut, jangan sampai muncul halaman yang kosong, ataupun halaman tidak ditemukan.

Penyebab Broken Link

Broken link atau dead link bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa jadi karena kelalaian dari pemilik blog/website atau faktor dari luar. Berikut adalah beberapa penyebab umum terjadinya broken link atau dead link pada blog/website :

1. Kesalahan Penulisan Link / URL

Biasanya terjadi karena kurang teliti dalam mempublikasikan konten, publisher bisa saja menyisipkan tautan yang salah. Misalnya saja seperti ini, tautan yang seharusnya mengarah ke https://www.adityatekno.com/2020/07/pengertian-iklan.html, tapi justru ditulis ke https://www.adityatekno.com/2020/07/pengertian-ikan.html kurang huruf ‘l’ di penulisan permalink pengertian-iklan malah jadi pengertian-ikan.

Karena url yang dituju salah, secara otomatis ini membuat pengguna redirect ke halaman kosong atau error 404 not found (halaman tidak ditemukan).

2. Perubahan Alamat Domain

Nama domain yang berubah, otomatis akan merubah susunan url blog/website. Itulah mengapa webmaster perlu mempertimbangkan matang-matang sebelum memilih mengubah nama domain.

Terlebih lagi jika domain sudah cukup lama dioptimasi dan mendapat pasokan backlink dari jaringan blog, forum, dan media sosial. Tentu sangat disayangkan kita kehilangan backlink yang sebelumnya sudah diperjuangkan dengan susah payah.

3. Perubahan Direktori pada Website

Direktori adalah sebuah informasi lokal sebuah konten atau file pada website atau komputer. Saat direktori diubah, otomatis url juga berubah. Penggunaan direktori ini sendiri sebenarnya memudahkan dalam mengkategorikan konten atau file. Dengan direktori, kita bisa melacak file dengan mudah.

Tapi perlu diingat, masalah ini biasanya terjadi bagi pengguna wordpress self-hosted ya.

Contoh penggunaan direktori ini misalnya untuk website dengan sub kategori / sub menu di susunan permalink mereka. Misalnya saja :

Alamat awal : domain.com/product-category/nama-produk

Lalu diganti ke : domain.com/product/nama-produk

Jika tidak dilakukan pengaturan redirection, maka perubahan ini akan menimbulkan link rusak website dimana-mana.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Bulan dan Tahun pada URL Postingan Blog

4. File Sistem atau Konten yang Dihapus/Terhapus

Jika file sistem dihapus/terhapus, misalnya saja untuk file pdf, jpg atau file lainnya, maka link ke alamat konten ini otomatis tidak berfungsi lagi. Hal yang sama juga berlaku untuk file website lainnya.

Misalnya saja kita sering menautkan link konten dari media sosial. Ada kalanya pemilik konten menghapusnya secara tiba-tiba. Maka tautan konten yang dimasukkan ke website otomatis akan rusak dan menjadi link mati.

5. Gangguan Hosting

Bagi para pengguna WordPress self-hosted tentu sudah sangat familiar dengan masalah ini. Karena gangguan hosting memang menyebalkan. Pasalnya selain mengurangi jumlah pengunjung, gangguan hosting juga bisa berpotensi mengakibatkan broken link.

Broken link biasanya terjadi ketika robot crawler atau pengunjung membuka halaman lain pada halaman yang sedang dikunjungi, namun halaman lain itu malah gagal terbuka dan menunjukkan kode 503. Untuk mengatasi hal seperti ini bisa langsung menghubungi penyedia layanan hosting.

6. Propagasi DNS

Perubahan pengaturan dalam Domain Name Server (DNS) juga bisa memicu terjadinya dead link. Pasalnya, propagasi ini sendiri juga membutuhkan waktu.

Tidak heran, jika saat propagasi ini belum selesai sepenuhnya, maka blog/website yang diakses akan menampilkan halaman error 404.

7. Masalah Cache

Cache adalah penyimpanan data sementara dalam sebuah HTML yang tujuannya penyajian data lebih cepat dan memperkecil penggunaan bandwidth. Penyimpanan cache ini juga mempercepat proses loading sebuah halaman.

Sayangnya, kadang cache juga bisa menimbulkan masalah. Misalnya saat alamat website yang sebelumnya mengalami error 404, kemudian sudah berjalan normal kembali. Tapi, karena cache belum dibersihkan, maka browser tetap menampilkan halaman error 404.

Jika masalah dead link dipicu karena cache, maka solusinya adalah membersihkan cache dari browser itu sendiri. Setelah itu, link akan bisa diakses secara normal kembali.

8. URL Halaman Rujukan Sudah Berubah

Hal ini biasanya terjadi ketika url yang kita rujuk ternyata sudah berganti domain maupun berganti permalinknya. Dulu saya juga pernah mengalaminya kejadian seperti ini, alhasil membuat broken link atau halaman tidak ditemukan.

Hal ini bisa diperbaiki dengan melakukan url redirect, tapi tidak cukup sampai situ, anda juga harus memberitahu pemilik halaman lain untuk mengubah URL link yang rusak tadi.

Dampak Broken Link untuk Website

Karena broken link mengindikasikan kerusakan pada elemen website, tentu saja ini menimbulkan dampak negatif untuk blog/website itu sendiri.

Berikut adalah beberapa dampak negatif broken link untuk blog/webiste :

1. Pengalaman Pengguna Yang Buruk

Link yang rusak sudah pasti membuat pengguna merasa tidak nyaman dan mungkin ‘terjebak’ saat mengeklik link. Mereka berpikir akan mendapatkan tautan terpercaya, tapi justru mengarahkan mereka ke halaman error.

2. Mempengaruhi Performa Blog/Website di SERP

Broken link atau dead link merugikan website karena bisa mempengaruhi peringkat SERP. Tautan berkualitas bisa menjadi salah satu cara search engine menilai reputasi website. Saat kita menautkan link yang rusak, ini bisa menjadi nilai negatif di mata mesin pencari.

Di sisi lain, saat link rusak berasal dari website kita sendiri, sementara kita sudah membangun backlink untuk link tersebut, maka link ini akan hilang di mata mesin pencari karena dianggap telah mati. 

Demikian artikel tentang pengertian broken link, penyebab broken link, dampak broken link dan cara mengatasinya. Semoga bisa bermanfaat untuk anda. Terimakasih sudah berkunjung. Salam AdityaTekno.com

sumber : https://www.indoworx.com/broken-link/, https://pandagila.com/broken-link/, https://www.doel.web.id/2020/12/broken-link.html

Seorang Blogger, Content Writer, CEO & Fouder AdityaTekno.com dan juga Editor/Redaktur di Portal Berita Lokal iNews.id - iNewsBekasi.id.

Posting Komentar

© AdityaTekno. All rights reserved. Developed by Jago Desain