√ Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website - AdityaTekno

Social Items

AdityaTekno.com - Kali ini saya akan membahas tentang Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website. Pasti anda pernah mendengar atau bahkan sering melihat istilah cache di browser ketika ingin menghapus history browser. Biasanya browser juga akan menyediakan pilihan untuk memilih menghapus cache dan cookies.
Pengertian Cache, Jenis, dan Fungsinya

Baca Juga : Cara Mengatasi Terjadi Masalah Saat Berkomunikasi dengan Server Google

Kedua istilah ini seringkali tertukar di kalangan pengguna internet. Meskipun sekilas mirip, cache dan cookies adalah dua hal yang berbeda. Dan fungsinya pun berbeda. Bagi anda yang sudah penasaran Apa itu Cache? Jenis dan Fungsinya serta pengaruhnya terhadap kecepatan blog / website, silahkan simak penjelasannya dibawah ini:

Pengertian Cache


Cache adalah data sementara yang digunakan untuk menyimpan data atau instruksi yang sering diakses oleh pengguna smartphone atau komputer. Cache menyimpan berbagai aktivitas pengguna perangkat smartphone atau komputer dan ukurannya kecil sehingga membantu mempercepat proses kerja prosesor ketika pengguna membuka aplikasi atau melakukan perintah pada smartphone atau komputer.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa cache adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membuka aplikasi atau halaman website dengan lebih cepat. Potensi terjadinya bottleneck dalam aliran data dan RAM dapat diminimalisir dengan adanya cache tersebut.

Jenis-jenis dan Fungsi Cache


Cache dikategorikan menjadi dua, yaitu client side caching dan server side caching. Setiap kategori caching memiliki jenis-jenis cache tersendiri. Untuk client side caching, terdapat satu jenis cache, yaitu browser cache. Dan untuk server side caching terdapat enam jenis cache, yaitu: Server cache, Page cache, Object cache, Opcode cache, CDN cache, DNS cache.

Berikut adalah penjelasan singkat masing-masing jenis cache dan fungsinya :

1. Browser Cache


Browser cache adalah jenis cache yang paling sering ditemui. Anda bisa menemukan jenis cache ini di pengaturan browser. Tentu anda punya website yang sering dikunjungi sehari-hari. Dengan adanya browser cache, komputer hanya perlu mengambil data halaman website dan gambarnya pada kunjungan pertama saja. Pada kunjungan-kunjungan selanjutnya komputer hanya perlu menampilkan halaman website yang sudah disimpan sementara melalui proses caching.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Memory Card yang Rusak, Tidak Terbaca, dan Minta di Format

Nah, meski begitu pengguna smartphone atau komputer juga perlu membersihkan cache dalam kurun waktu tertentu agar file cache tidak menumpuk yang mengakibatkan memakan banyak tempat di memori atau disk komputer. Dan setiap browser memiliki pengaturan masing-masing dalam pembersihan cache-nya.

2. Server Cache


Caching juga perlu dilakukan di tingkat server. Kualitas caching di tingkat server ditentukan oleh server yang digunakan layanan hosting anda. Semakin bagus servernya, semakin bagus pula caching-nya.

3. Page Cache


Page cache adalah ketika pengunjung membuka sebuah halaman dari website. Website akan membangun halaman website yang diminta pengunjung di browser yang digunakan. Cache ini akan membantu server mengurangi PHP dan database sekaligus. Dengan adanya page cache, server menyajikan konten dari file yang sifatnya statis sehingga request juga akan jauh lebih cepat dan efisien.

4. Object Cache


Object cache yaitu proses penyimpanan sementara objek di halaman website seperti gambar dan video di browser pengunjung. Jadi proses caching tidak hanya menyimpan konten teks dari halaman website saja, tetapi juga gambar dan video dalam halaman website. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu mengunduh objek berulang kali dari server ketika mengunjungi halaman website yang sama. Jadi halaman website dan objek di dalamnya bisa ditampilkan lebih cepat. Selain itu, object cache juga tak jarang menyimpan query dari database sehingga sering disamakan fungsinya dengan database cache.

5. Opcode Cache


Opcode cache adalah proses caching untuk meningkatkan kinerja PHP. Caching opcode akan menyimpan copy-an dari opcode PHP di memori server yang bisa dibutuhkan kapan saja. Dengan opcode caching, kinerja PHP bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

6. CDN Cache


Content Delivery Network atau CDN adalah solusi bagi Anda yang memiliki pengunjung website dari berbagai belahan dunia. CDN caching memungkinkan website untuk menambahkan konten-kontennya ke ke server proxy yang bisa mendistribusikannya secara global. Dengan begitu pengunjung website anda dari berbagai negara bisa membuka website anda lebih cepat. Konten yang diinginkan bisa disuguhkan ke pengunjung website (visitor) dari server yang paling dekat dari lokasi visitor tersebut. Jadi, semakin dekat server-nya, semakin sedikit pula waktu yang diperlukan untuk memanggil konten tersebut.

7. DNS Cache


DNS cache adalah database sementara yang dikelola oleh sistem operasi sebuah komputer. Cache ini menyimpan catatan histori alamat IP domain yang dikunjungi oleh pengguna komputer. Namun, DNS cache yang sudah usang akan menampilkan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Oleh karena itu, Anda harus membersihkan DNS cache secara teratur.

Pengaruh Cache untuk Kecepatan Website


Supaya halaman blog / website anda loadingnya bisa lebih cepat, tidak cukup mengandalkan cache di browser yang digunakan pengguna. Selain menggunakan server dengan teknologi seperti LiteSpeed Web Server, anda juga perlu mengaktifkan plugin caching. Kombinasi keduanya akan meningkatkan kecepatan loading website anda secara drastis.

Salah satu solusi caching untuk website di WordPress hosting anda adalah LiteSpeed Cache. LiteSpeed menyediakan fitur untuk page caching, object caching, hingga CDN caching. Apabila anda menggunakan hosting dengan server LiteSpeed Web Server dan mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache, kecepatan website anda bisa semakin optimal.

Cara diatas digunakan untuk anda pengguna WordPress ya. Bagi anda pengguna platform Blogger bisa mencoba metode di artikel berikut :


Demikian artikel tentang Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website. Semoga bisa bermanfaat dan sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.com

sumber:
https://www.niagahoster.co.id/blog/cache-adalah/
https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/arti-cache.html

Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website

AdityaTekno.com - Kali ini saya akan membahas tentang Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website. Pasti anda pernah mendengar atau bahkan sering melihat istilah cache di browser ketika ingin menghapus history browser. Biasanya browser juga akan menyediakan pilihan untuk memilih menghapus cache dan cookies.
Pengertian Cache, Jenis, dan Fungsinya

Baca Juga : Cara Mengatasi Terjadi Masalah Saat Berkomunikasi dengan Server Google

Kedua istilah ini seringkali tertukar di kalangan pengguna internet. Meskipun sekilas mirip, cache dan cookies adalah dua hal yang berbeda. Dan fungsinya pun berbeda. Bagi anda yang sudah penasaran Apa itu Cache? Jenis dan Fungsinya serta pengaruhnya terhadap kecepatan blog / website, silahkan simak penjelasannya dibawah ini:

Pengertian Cache


Cache adalah data sementara yang digunakan untuk menyimpan data atau instruksi yang sering diakses oleh pengguna smartphone atau komputer. Cache menyimpan berbagai aktivitas pengguna perangkat smartphone atau komputer dan ukurannya kecil sehingga membantu mempercepat proses kerja prosesor ketika pengguna membuka aplikasi atau melakukan perintah pada smartphone atau komputer.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa cache adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membuka aplikasi atau halaman website dengan lebih cepat. Potensi terjadinya bottleneck dalam aliran data dan RAM dapat diminimalisir dengan adanya cache tersebut.

Jenis-jenis dan Fungsi Cache


Cache dikategorikan menjadi dua, yaitu client side caching dan server side caching. Setiap kategori caching memiliki jenis-jenis cache tersendiri. Untuk client side caching, terdapat satu jenis cache, yaitu browser cache. Dan untuk server side caching terdapat enam jenis cache, yaitu: Server cache, Page cache, Object cache, Opcode cache, CDN cache, DNS cache.

Berikut adalah penjelasan singkat masing-masing jenis cache dan fungsinya :

1. Browser Cache


Browser cache adalah jenis cache yang paling sering ditemui. Anda bisa menemukan jenis cache ini di pengaturan browser. Tentu anda punya website yang sering dikunjungi sehari-hari. Dengan adanya browser cache, komputer hanya perlu mengambil data halaman website dan gambarnya pada kunjungan pertama saja. Pada kunjungan-kunjungan selanjutnya komputer hanya perlu menampilkan halaman website yang sudah disimpan sementara melalui proses caching.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Memory Card yang Rusak, Tidak Terbaca, dan Minta di Format

Nah, meski begitu pengguna smartphone atau komputer juga perlu membersihkan cache dalam kurun waktu tertentu agar file cache tidak menumpuk yang mengakibatkan memakan banyak tempat di memori atau disk komputer. Dan setiap browser memiliki pengaturan masing-masing dalam pembersihan cache-nya.

2. Server Cache


Caching juga perlu dilakukan di tingkat server. Kualitas caching di tingkat server ditentukan oleh server yang digunakan layanan hosting anda. Semakin bagus servernya, semakin bagus pula caching-nya.

3. Page Cache


Page cache adalah ketika pengunjung membuka sebuah halaman dari website. Website akan membangun halaman website yang diminta pengunjung di browser yang digunakan. Cache ini akan membantu server mengurangi PHP dan database sekaligus. Dengan adanya page cache, server menyajikan konten dari file yang sifatnya statis sehingga request juga akan jauh lebih cepat dan efisien.

4. Object Cache


Object cache yaitu proses penyimpanan sementara objek di halaman website seperti gambar dan video di browser pengunjung. Jadi proses caching tidak hanya menyimpan konten teks dari halaman website saja, tetapi juga gambar dan video dalam halaman website. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu mengunduh objek berulang kali dari server ketika mengunjungi halaman website yang sama. Jadi halaman website dan objek di dalamnya bisa ditampilkan lebih cepat. Selain itu, object cache juga tak jarang menyimpan query dari database sehingga sering disamakan fungsinya dengan database cache.

5. Opcode Cache


Opcode cache adalah proses caching untuk meningkatkan kinerja PHP. Caching opcode akan menyimpan copy-an dari opcode PHP di memori server yang bisa dibutuhkan kapan saja. Dengan opcode caching, kinerja PHP bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

6. CDN Cache


Content Delivery Network atau CDN adalah solusi bagi Anda yang memiliki pengunjung website dari berbagai belahan dunia. CDN caching memungkinkan website untuk menambahkan konten-kontennya ke ke server proxy yang bisa mendistribusikannya secara global. Dengan begitu pengunjung website anda dari berbagai negara bisa membuka website anda lebih cepat. Konten yang diinginkan bisa disuguhkan ke pengunjung website (visitor) dari server yang paling dekat dari lokasi visitor tersebut. Jadi, semakin dekat server-nya, semakin sedikit pula waktu yang diperlukan untuk memanggil konten tersebut.

7. DNS Cache


DNS cache adalah database sementara yang dikelola oleh sistem operasi sebuah komputer. Cache ini menyimpan catatan histori alamat IP domain yang dikunjungi oleh pengguna komputer. Namun, DNS cache yang sudah usang akan menampilkan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Oleh karena itu, Anda harus membersihkan DNS cache secara teratur.

Pengaruh Cache untuk Kecepatan Website


Supaya halaman blog / website anda loadingnya bisa lebih cepat, tidak cukup mengandalkan cache di browser yang digunakan pengguna. Selain menggunakan server dengan teknologi seperti LiteSpeed Web Server, anda juga perlu mengaktifkan plugin caching. Kombinasi keduanya akan meningkatkan kecepatan loading website anda secara drastis.

Salah satu solusi caching untuk website di WordPress hosting anda adalah LiteSpeed Cache. LiteSpeed menyediakan fitur untuk page caching, object caching, hingga CDN caching. Apabila anda menggunakan hosting dengan server LiteSpeed Web Server dan mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache, kecepatan website anda bisa semakin optimal.

Cara diatas digunakan untuk anda pengguna WordPress ya. Bagi anda pengguna platform Blogger bisa mencoba metode di artikel berikut :


Demikian artikel tentang Pengertian Cache, Jenis, Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Kecepatan Blog / Website. Semoga bisa bermanfaat dan sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.com

sumber:
https://www.niagahoster.co.id/blog/cache-adalah/
https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/arti-cache.html

You Might Also Like :

You Might Also Like :

Memuat...
Load Comments

Dapatkan Artikel Tips AdSense, Blogging, SEO setiap harinya.

Notifications

Disqus Logo