Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T

Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T. Demi terus mengembangkan potensi ekonomi digital di daerah 3T.
Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T

AdityaTekno.com
- Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T. Demi terus mengembangkan potensi ekonomi digital di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal). BAKTI atau Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi mengajak para pemilik Startup untuk ikuti program yang tengah mereka bangun bernama Dayamaya.

Program ini dibuat agar para pelaku Startup eCommerce dan pemilik UMKM Digital bisa bersinergi dan membantu mengembangkan potensi ekonomi digital untuk daerah 3T.

Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 5 Startup inisiatif yang terpilih dari 18 brand yang mengajukan. Mereka berharap dengan terlibatnya para pelaku UMKM digital dan Startup ini dapat mempercepat laju pergerakan ekonomi daerah 3T ke arah positif.

Startup Yang Sudah Berkontribusi pada Masyarakat Langsung

Dari ke 5 inisiatif yang sudah terpilih, ada 3 Startup yang sudah berkesempatan memulai kontribusi pada masyarakat langsung yaitu:

  • Atourin
  • Cakap
  • Jahitin

Ketiganya kini sedang menyusun cara agar dapat melibatkan masyarakat untuk memutar roda ekonomi di daerah setempat. Baik dengan cara memberi pelatihan secara daring dan luring, maupun dengan mengajak masyarakat agar ikut serta dalam pembuatan produk-produk di Startup ini.

Atourin

Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T

Atourin sendiri, yang merupakan Startup di bidang pariwisata, tengah gencar mengadakan pelatihan untuk masyarakat dengan tujuan membantu penduduk lokal agar bisa menjadi tour guide berlisensi. Berdasarkan informasi dari Reza Permadi, Tim Operasional Atourin, di tengah masa pandemi ini Atourin sedang memberikan pelatihan secara daring kepada penduduk mengenai cara tur virtual.

Reza juga menjelaskan bahwa di tahun 2019, sudah ada sekitar 10 penduduk lokal di Natuna yang lebih berani melakukan self branding dan memiliki lisensi resmi. Bukan hanya itu, mereka juga mulai mempromosikan diri mereka di media sosial.

Diharapkan dengan adanya Program Dayamaya dari Atourin ini, para pemandu wisata di Indonesia bisa mengerti dan memandu wisatawan mancanegara maupun domestik dalam tur virtual yang tengah menjadi tren saat ini.

Cakap

Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T

Masih berhubungan dengan social skills, Cakap juga melakukan pelatihan untuk masyarakat daerah 3T agar bisa berhubungan dengan wisatawan mancanegara. Startup yang bergerak di bidang pembelajaran bahasa ini memberi pelatihan kepada masyarakat lokal agar bisa berkomunikasi secara fasih dengan wisatawan mancanegara.

Cakap menyediakan pelatihan dalam berbagai bahasa, namun mereka memfokuskan pada bahasa international yaitu bahasa Inggris.

Pada tahun 2019, Cakap telah mengadakan digital assessment ke 2 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program Dayamaya di NTT juga disambut baik dengan masyarakat setempat. Karena ada sekitar 250 penduduk lokal dengan pendidikan setara SMA yang ikut tes berstandar CEFR (The Common European Framework of Reference of Languages).

CEO Cakap, Tommy Yunus, menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris ini sangat penting untuk menggerakan usaha di bidang pariwisata daerah 3T. Diharapkan peserta yang mengikuti kelas webinar dari Cakap dapat mengerti dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan para wisatawan mancanegara.

Jahitin

Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T

Selain Cakap, masyarakat di daerah Nusa Tenggara Barat juga dibantu oleh Jahitin untuk bisa mengembangkan kemampuan merajut kain tenun agar bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Jahitin berfokus pada masyarakat Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang memiliki kain tenun khas.

Cakap memberi pelatihan kepada penduduk lokal tentang bagaimana cara membuat hasil jahitan yang bernilai seperti cussion pillow hanya dengan memanfaatkan limbah bekas tenun.

Ke depannya, diharapkan akan semakin banyak pelaku Startup yang ingin membantu penduduk daerah 3T agar bisa mandiri dan mengembangkan kemampuan mereka untuk meningkatkan laju ekonomi daerah. Dengan begitu roda ekonomi masyarakat di daerah tersebut bisa terus bergerak.

Demikian artikel tentang Program Dayamaya : Melihat Perkembangan Potensi Ekonomi Digital Daerah 3T. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung. Salam AdityaTekno.com