√ Penyebab Laptop Not Responding, Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya? - AdityaTekno

Social Items

Cara Mengatasi PC Not Responding

Penyebab Laptop Not Responding - Welcome back sahabat setia AdityaTekno.com. Dipostingan kali ini saya akan membahas tentang penyebab laptop/komputer yang not responding atau berhenti secara tiba-tiba, lalu bagaimana cara mengatasinya? sebagai pengguna Windows 7, 8, 8.1 dan Windows 10 serta MacBook. 

Sebagai pengguna komputer/laptop pasti pernah mengalami masalah yang disebut dengan not responding saat membuka aplikasi/software tertentu. 

Adapun masalah not responding pada laptop atau komputer seringkali disebakan oleh terlalu lambatnya kemampuan system dalam menterjemahkan dan merespon suatu perintah yang dilakukan oleh user.

Contohnya saja, ketika kita hendak membuka sebuah aplikasi pemutar video/film, pada saat hampir bersamaan kita juga membuka sebuah browser, maka hal ini seringkali akan membingungkan system komputer untuk merespon perintah yang diberikan untuk membuka kedua software tersebut. Terutama pada kapasitas spesifikasi laptop/PC yang lumayan standar ke bawah.


Dengan demikian, karena sudah terlalu lama tidak ada respon yang terjadi, akan muncul dialog box yang bertuliskan Application is Not Responding, yang diikuti dengan berubahnya tampilan layar monitor menjadi bayangan putih transparan.

Masalah Not Responding pada Laptop atau Komputer, Lalu Solusi Apa yang Tepat?


Adapun munculnya dialog box tentang not responding bukan suatu hal yang pasti disebabkan oleh masalah software, misalnya karena proses instalasi yang tidak sempurnya. Bisa jadi pula masalah tersebut timbul akibat pengaruh hardware pada komputer.



Jika sudah dipastikan masalahnya pada hardware (karena laptop atau komputer sudah berumur), maka di install ulang pun juga percuma, tidak akan menyelesaikan masalah.


Perlu diperhatikan juga, selain karena rusak, masalah hardware yang dimaksud juga berhubungan dengan tekanan yang dibebankan pada hardware tersebut. Sehingga seringkali memunculkan dialog box bertuliskan application not responding itu.

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya not responding pada laptop/komputer, serta bagaimana mengatasi hal tersebut.

1. Laptop Terlalu Banyak Diinstal Aplikasi


Dalam hal ini Anda harus benar-benar selektif dalam menginstal aplikasi. Pasalnya, jika tidak demikian maka akan sering menyebabkan komputer mengalami not responding. Terutama pada aplikasi atau software yang tidak begitu penting, tidak sering dipakai, dan aplikasi atau software yang tidak mendapat update secara berkala.

Terlalu banyak aplikasi yang diinstal juga akan mengganggu system komputer saat menjalankan aplikasi yang ingin dibuka, proses menjalankan atau memakai software pada komputer akan terasa berat, maka pemberitahuan not responding pun tidak dapat dielakkan.

Solusinya adalah, gunakan software atau aplikasi yang portable. Sebab aplikasi ini tidak akan mengambil bagian pada RAM komputer/laptop jika tidak Anda jalankan. Solusi lainnya ialah uninstall aplikasi yang tidak dibutuhkan, mau tidak mau harus benar-benar menyesuaikan dengan spesifikasi laptop yang ala kadarnya.

2. Penggunaan Launcher untuk Merapikan Tampilan Shortcut Desktop

Aplikasi laucher apapun namanya dan seringan apapun aplikasi tersebut, sesungguhnya tidak baik bagi laptop dan computer Anda.

Dia akan selalu mengambil bagian pada RAM di komputer, bahkan sesaat setelah komputer atau laptop Anda dinyalakan. Tampilan desktop mah biarkan saja secara natural, dan default.

Kecuali jika Anda tahan dengan selalu crash/hang dan munculnya pemberitahuan not responding pada laptop atau komputer Anda, yang ujung-ujungya tiba-tiba laptop/PC mati sendiri.

3. Terlalu Banyak Membuka Aplikasi Secara Bersamaan

Telah disinggung di awal pembahasan ini, bahwa penggunaan sedemikian itu tidaklah baik untuk komputer atau laptop. Bahkan walaupun komputer Anda se-multi tasking apapun itu, terkadang tetap akan bingung menterjemakan perintah system.

Apalagi jika aplikasi-aplikasi tersebut dibiarkan berjalan di latar belakang. Terlalu banyak software atau aplikasi berjalan di latar belakang akan mengambil banyak resource memori dan komputer. Sehingga, jika dibiarkan terlalu lama, maka akan mengakibatkan Not Responding.

Jika sudah terlanjur membuka aplikasi begitu banyak yang dimainkan di latar belakang, pastikan Anda close aplikasi lainnya melalu startup, dengan menekan tombol keyword Windows + Run (Win+R) dan ketikkan msconfig. Buka tab Startup, hilangkan centang pada aplikasi yang tidak Anda kenali.

4. Menginstal Kemudian Uninstall Aplikasi

Suatu kebiasaan yang buruk dan paling merugikan laptop atau komputer adalah, kelakuan pengguna yang menginstal software atau aplikasi tertentu, lalu menguninstall aplikasi tersebut.

Tahukan Anda, bahwa aplikasi-alikasi yang Anda uninstall tersebut, baru saja memberikan sumbangan berupa resource sampah pada laptop atau komputer Anda. Tidak perduli sekecil dan seringan apapun aplikasi tersebut.

Selanjutnya resource sampah tersebut akan ikut memakan space memory dan juga turut andil membuat laptop/komputer menjadi not responding pada saat-saat tertentu.

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda perlu menghapus sisa-sisa instalasi aplikasi tersebut dengan cara tekan tombol Windows + Run (Win+R) lalu ketikan regedit pada kolom, setelah itu tekan Ctrl + F lalu tulis nama aplikasi yang Anda baru saja uninstall tersebut. Hapus resourcenya jika ternyata didapati. Selanjutnya tekan tombol F3 pada keyword untuk melanjutkan pencarian.

5. Menginstal Aplikasi yang Tidak Compatible

Tidak semua software yang Anda install di Windows 7, bisa dijalankan juga pada versi Windows lainnya seperti Windows 8, 8.1 dan Windows 10. Sekali lagi perlu selektif menginstal software tertentu.

Ditambah juga dengan mencari sedikit referensi terkait software tersebut, apakah sudah mendukung untuk versi operating system saat ini. Kalau tetap memaksa, maka bouble akibatnya. Selain softwarenya yang tidak bisa digunakan, juga cuma menambah resource komputer/laptop. 

Akhirnya hanya bisa menyumbang untuk terjadinya not responding saat sedang ingin menjalankan aplikasi lainnya.

6. Laptop Terjangkit Virus dan Malware

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa sumbangsi besar virus dan malware masuk ke laptop/komputer akibat colokkan flashdisk yang habis dicabut dari laptop/PC lainnya dan dilakukan secara berkali-kali. Selain itu juga karena membuka website atau situs yang ditanami virus dan malware.

Selain itu, beberapa tingkah pengguna di internet yang memicu masuknya virus dan malware masuk ke laptop/komputer diantaraya: mendownload video dari berbagai media social, mendownload film, download aplikasi, serta tidak mengupdate Windows yang digunakan.

Semakin banyak virus dan malware yang ditampung oleh laptop atau komputer, maka semakin besar pula kemungkinan perangkat tersebut akan sering mengalami not responding saat sedang digunakan.

7. Menginstal Anti Virus Itu sama dengan Menginstal Virus

Yang namanya anti virus maka jelas fungsinya untuk menangkal virus yang masuk ke lapotop atau komputer kita. Benar, secara umum fungsi antivirus memang demikian.

Tetapi bagaimana jadinya jika anti virus yang Anda bangga-banggakan tiba-tiba dia sendiri yang menjadi virus? Bagaimana bisa? Jelas bisa dong.

Sebuah software anti virus yang tidak di update akan menjadi virus pada laptop/PC kita. Terutama bagi pengguna anti virus yang free version alias tidak berbayar. Maka perlu berhati-hati.

Sebetulnya anti virus tidak dibutuhkan oleh komputer kita. Bagi Anda pengguna OS Windows (terutama Windows 10), sebetulnya sudah disediakan sebuah anti virus yang Anda tidak perlu bayar sepeserpun untuk mendapatkan versi protector maksimalnya.

Perlu diketahui, anti virus yang Anda install itu hanya akan menjadi beban RAM komputer/PC. Sebab dia terus bekerja menjelajah kesana-kemari, mencari format tertentu yang belum tentu itu virus. Maka jangan heran, beberapa aplikasi Anda tidak bisa dijalankan lagi, karena dianggap virus oleh anti virus tadi. Maka dengan demikian komputer akan sering not responding.

Maka tidaklah berlebih jika saya harus mengatakan bahwa menginstall anti virus itu sama dengan menginstal virus.

Demikian Penyebab Laptop Not Responding dan Cara Mengatasinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. Terima Kasih sudah berkunjung. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.com.


sumber:
http://www.bungfrangki.com/

Penyebab Laptop Not Responding, Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Cara Mengatasi PC Not Responding

Penyebab Laptop Not Responding - Welcome back sahabat setia AdityaTekno.com. Dipostingan kali ini saya akan membahas tentang penyebab laptop/komputer yang not responding atau berhenti secara tiba-tiba, lalu bagaimana cara mengatasinya? sebagai pengguna Windows 7, 8, 8.1 dan Windows 10 serta MacBook. 

Sebagai pengguna komputer/laptop pasti pernah mengalami masalah yang disebut dengan not responding saat membuka aplikasi/software tertentu. 

Adapun masalah not responding pada laptop atau komputer seringkali disebakan oleh terlalu lambatnya kemampuan system dalam menterjemahkan dan merespon suatu perintah yang dilakukan oleh user.

Contohnya saja, ketika kita hendak membuka sebuah aplikasi pemutar video/film, pada saat hampir bersamaan kita juga membuka sebuah browser, maka hal ini seringkali akan membingungkan system komputer untuk merespon perintah yang diberikan untuk membuka kedua software tersebut. Terutama pada kapasitas spesifikasi laptop/PC yang lumayan standar ke bawah.


Dengan demikian, karena sudah terlalu lama tidak ada respon yang terjadi, akan muncul dialog box yang bertuliskan Application is Not Responding, yang diikuti dengan berubahnya tampilan layar monitor menjadi bayangan putih transparan.

Masalah Not Responding pada Laptop atau Komputer, Lalu Solusi Apa yang Tepat?


Adapun munculnya dialog box tentang not responding bukan suatu hal yang pasti disebabkan oleh masalah software, misalnya karena proses instalasi yang tidak sempurnya. Bisa jadi pula masalah tersebut timbul akibat pengaruh hardware pada komputer.



Jika sudah dipastikan masalahnya pada hardware (karena laptop atau komputer sudah berumur), maka di install ulang pun juga percuma, tidak akan menyelesaikan masalah.


Perlu diperhatikan juga, selain karena rusak, masalah hardware yang dimaksud juga berhubungan dengan tekanan yang dibebankan pada hardware tersebut. Sehingga seringkali memunculkan dialog box bertuliskan application not responding itu.

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya not responding pada laptop/komputer, serta bagaimana mengatasi hal tersebut.

1. Laptop Terlalu Banyak Diinstal Aplikasi


Dalam hal ini Anda harus benar-benar selektif dalam menginstal aplikasi. Pasalnya, jika tidak demikian maka akan sering menyebabkan komputer mengalami not responding. Terutama pada aplikasi atau software yang tidak begitu penting, tidak sering dipakai, dan aplikasi atau software yang tidak mendapat update secara berkala.

Terlalu banyak aplikasi yang diinstal juga akan mengganggu system komputer saat menjalankan aplikasi yang ingin dibuka, proses menjalankan atau memakai software pada komputer akan terasa berat, maka pemberitahuan not responding pun tidak dapat dielakkan.

Solusinya adalah, gunakan software atau aplikasi yang portable. Sebab aplikasi ini tidak akan mengambil bagian pada RAM komputer/laptop jika tidak Anda jalankan. Solusi lainnya ialah uninstall aplikasi yang tidak dibutuhkan, mau tidak mau harus benar-benar menyesuaikan dengan spesifikasi laptop yang ala kadarnya.

2. Penggunaan Launcher untuk Merapikan Tampilan Shortcut Desktop

Aplikasi laucher apapun namanya dan seringan apapun aplikasi tersebut, sesungguhnya tidak baik bagi laptop dan computer Anda.

Dia akan selalu mengambil bagian pada RAM di komputer, bahkan sesaat setelah komputer atau laptop Anda dinyalakan. Tampilan desktop mah biarkan saja secara natural, dan default.

Kecuali jika Anda tahan dengan selalu crash/hang dan munculnya pemberitahuan not responding pada laptop atau komputer Anda, yang ujung-ujungya tiba-tiba laptop/PC mati sendiri.

3. Terlalu Banyak Membuka Aplikasi Secara Bersamaan

Telah disinggung di awal pembahasan ini, bahwa penggunaan sedemikian itu tidaklah baik untuk komputer atau laptop. Bahkan walaupun komputer Anda se-multi tasking apapun itu, terkadang tetap akan bingung menterjemakan perintah system.

Apalagi jika aplikasi-aplikasi tersebut dibiarkan berjalan di latar belakang. Terlalu banyak software atau aplikasi berjalan di latar belakang akan mengambil banyak resource memori dan komputer. Sehingga, jika dibiarkan terlalu lama, maka akan mengakibatkan Not Responding.

Jika sudah terlanjur membuka aplikasi begitu banyak yang dimainkan di latar belakang, pastikan Anda close aplikasi lainnya melalu startup, dengan menekan tombol keyword Windows + Run (Win+R) dan ketikkan msconfig. Buka tab Startup, hilangkan centang pada aplikasi yang tidak Anda kenali.

4. Menginstal Kemudian Uninstall Aplikasi

Suatu kebiasaan yang buruk dan paling merugikan laptop atau komputer adalah, kelakuan pengguna yang menginstal software atau aplikasi tertentu, lalu menguninstall aplikasi tersebut.

Tahukan Anda, bahwa aplikasi-alikasi yang Anda uninstall tersebut, baru saja memberikan sumbangan berupa resource sampah pada laptop atau komputer Anda. Tidak perduli sekecil dan seringan apapun aplikasi tersebut.

Selanjutnya resource sampah tersebut akan ikut memakan space memory dan juga turut andil membuat laptop/komputer menjadi not responding pada saat-saat tertentu.

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda perlu menghapus sisa-sisa instalasi aplikasi tersebut dengan cara tekan tombol Windows + Run (Win+R) lalu ketikan regedit pada kolom, setelah itu tekan Ctrl + F lalu tulis nama aplikasi yang Anda baru saja uninstall tersebut. Hapus resourcenya jika ternyata didapati. Selanjutnya tekan tombol F3 pada keyword untuk melanjutkan pencarian.

5. Menginstal Aplikasi yang Tidak Compatible

Tidak semua software yang Anda install di Windows 7, bisa dijalankan juga pada versi Windows lainnya seperti Windows 8, 8.1 dan Windows 10. Sekali lagi perlu selektif menginstal software tertentu.

Ditambah juga dengan mencari sedikit referensi terkait software tersebut, apakah sudah mendukung untuk versi operating system saat ini. Kalau tetap memaksa, maka bouble akibatnya. Selain softwarenya yang tidak bisa digunakan, juga cuma menambah resource komputer/laptop. 

Akhirnya hanya bisa menyumbang untuk terjadinya not responding saat sedang ingin menjalankan aplikasi lainnya.

6. Laptop Terjangkit Virus dan Malware

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa sumbangsi besar virus dan malware masuk ke laptop/komputer akibat colokkan flashdisk yang habis dicabut dari laptop/PC lainnya dan dilakukan secara berkali-kali. Selain itu juga karena membuka website atau situs yang ditanami virus dan malware.

Selain itu, beberapa tingkah pengguna di internet yang memicu masuknya virus dan malware masuk ke laptop/komputer diantaraya: mendownload video dari berbagai media social, mendownload film, download aplikasi, serta tidak mengupdate Windows yang digunakan.

Semakin banyak virus dan malware yang ditampung oleh laptop atau komputer, maka semakin besar pula kemungkinan perangkat tersebut akan sering mengalami not responding saat sedang digunakan.

7. Menginstal Anti Virus Itu sama dengan Menginstal Virus

Yang namanya anti virus maka jelas fungsinya untuk menangkal virus yang masuk ke lapotop atau komputer kita. Benar, secara umum fungsi antivirus memang demikian.

Tetapi bagaimana jadinya jika anti virus yang Anda bangga-banggakan tiba-tiba dia sendiri yang menjadi virus? Bagaimana bisa? Jelas bisa dong.

Sebuah software anti virus yang tidak di update akan menjadi virus pada laptop/PC kita. Terutama bagi pengguna anti virus yang free version alias tidak berbayar. Maka perlu berhati-hati.

Sebetulnya anti virus tidak dibutuhkan oleh komputer kita. Bagi Anda pengguna OS Windows (terutama Windows 10), sebetulnya sudah disediakan sebuah anti virus yang Anda tidak perlu bayar sepeserpun untuk mendapatkan versi protector maksimalnya.

Perlu diketahui, anti virus yang Anda install itu hanya akan menjadi beban RAM komputer/PC. Sebab dia terus bekerja menjelajah kesana-kemari, mencari format tertentu yang belum tentu itu virus. Maka jangan heran, beberapa aplikasi Anda tidak bisa dijalankan lagi, karena dianggap virus oleh anti virus tadi. Maka dengan demikian komputer akan sering not responding.

Maka tidaklah berlebih jika saya harus mengatakan bahwa menginstall anti virus itu sama dengan menginstal virus.

Demikian Penyebab Laptop Not Responding dan Cara Mengatasinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. Terima Kasih sudah berkunjung. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.com.


sumber:
http://www.bungfrangki.com/
Load Comments

Dapatkan Artikel Tips AdSense, Blogging, SEO setiap harinya.

Notifications

Disqus Logo