√ 10 Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIA yang Mungkin Tidak Kamu dapatkan di bangku Sekolah - AdityaTekno

Social Items

10 Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIA
Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIAKita semua pasti sudah tahu dengan sejarah Indonesia. Zaman pra-sejarah juga sudah kita pelajari sejak duduk di bangku SD. Apakah kalian tahu Kerajaan Pertama di Indonesia? Dan Berapa lama Belanda menjajah negara Indonesia? Yapp benar, Kerajaan pertama di Indonesia yaitu Kerajaan Kutai, lebih tepatnya Kerajaan Kutai Martadipura. 

Kerajaan ini bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua, yang berdiri sekitar abad ke-empat.  Kerajaan ini terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.  Dan Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun sejak tahun 1590-1940. Meskipun ini kemudian masih menuai perdebatan.

Buku sejarah yang tebal dan tidak ada habisnya meski dibahas dari SD sampai SMA telah terekam semua peristiwanya yang bersejarah di Indonesia. Akan tetapi, sesungguhnya ada juga fakta-fakta menarik sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan di Sekolahmu dulu. 

Ya, dipostingan kali ini saya sudah merangkumnya, jadi kamu tidak usah repot-repot mencarinya satu persatu. Ok, selamat membaca ya. Berikut adalah beberapa fakta-fakta menarik sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan di Sekolahmu dulu:


Fakta Menarik tentang Sejarah Indonesia yang jarang Kamu Ketahui


1. Stasiun KA Bandung dirancang untuk Persiapan Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Bandung

Sejak tahun 1884, Bandung telah memiliki Stasiun Kereta Api. Akan tetapi, bangunan stasiun yang sampai sekarang masih berdiri adalah rancangan Tahun 1928, yang khusus dirancang arsitek  Belanda EH de Roo karena niat Belanda memindahkan Ibu Kota Hindia Belanda dari Jakarta ke Bandung. 

Saat itu, pihak Belanda telah merencanakan pembangunan 14 Kantor dan perumahan bagi 1500 pegawainya. Tetapi niat ini tidak sempat terpenuhi karena pada tahun 1930-an Belanda mengalami krisis ekonomi. Oleh sebab itu kondisi keuangannya juga makin terpuruk karena okupasi Nazi Jerman di masa Perang Dunia ke II.

2. Bendera Pusaka Merah Putih dari Sprei dan Penjual Soto

Bendera Merah Putih untuk keperluan Kemerdekaaan sebenarnya telah dibuat oleh Istri Bung Karno, Fatmawati, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Tetapi, Bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. Dan akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat Bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto pemud yang bernama Lukas Kastaryo.

3. Bung Karno Tidak Puasa saat Proklamasi

Mungkin kamu tahu bahwa hari proklamasi kemerdekaan RI jatuh pada bulan Ramadhan. Namun, saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena beliau sedang sakit akibat gejala Malaria Tertiana. Ketika dibangunkan di pagi hari, beliau mengeluh badannya tersa seperti meriang. Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada Pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memproklamasikan Kemerdekaan RI pada Pukul 10.00 WIB.

4. Koran Pertama yang Terbit dan yang dibredel di Indonesia adalah Koran yang sama

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen memerintahkan anak buahnya untu membuat lembaran berita internal yang berisi informasi mengenai kedatangan dan keberanghkatan kapal-kapal niaga. Lembaran berita tersebut ditulis tangan sebanyak 4 halaman dan diberi nama Memorie der Nouvelles. Ini merupakan cikal bakal Koran Bataviase Nouvelles, yang diterbitkan pertama kali pada 7 Agustus 1744 setelah masuknya mesin cetak ke Hindia Timur.

Bataviase Nouvelles merupakan koran pertama yang diterbitkan di Batavia, maupun Indonesia. Koran ini diterbitkan seminggu sekali sebanyak 4 halaman dengan tata letak dua kolom. Tapi sayangnya, baru saja kontrak penerbitan diperpanjang, koran ini harus diberedel pada 20 November 1745 karena anggota Dewan Direktur VOC di Amsterdam takut akan banyak rahasia VOC yang terbongkar ke publik.


5. Marco Polo Bertemu dengan Masyarakat Kanibal di Nusantara

Pada perjalannya ke Nusantara tahun 1292, Marco Polo terkejut melihat adanya masyarakat yang memakan daging manusia. Kejadian ini dia temukan di pesisir Sumatra.

Ketika berada di Kerajaan Dagroian (daerah Pidie, Aceh), Marco Polo melihat masyarakat setempat memakan daging kerabatnya yang sedang sakit parah dan tidak bisa disembuhkan. Di daerah tersebut , jika ada kerabat yang sakit maka akan dipanggil penyihir untuk memeriksa apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Jika tidak bisa, maka akan dipanggil orang khusus untu membunuh kerabat yang sakit. Lalu setelah mati, dagingnya akan dimasak dan disantap bersama.


6. Permen Jahe Sempat Jadi Komditas Utama Batavia

Kita semua pasti sudah tahu, Indonesia dikenal bangsa Barat sebagai wilayah enghasil rempah-rempah dengan kualitas sangat baik, seperti lada, cengkeh dan jahe. Siapa sangka bahwa rempah-rempah tersebut tumbuh dengan baik dan subur di daratan Batavia, yang sekarang menjadi Ibukota Indonesia yakni Jakarta. Bahkan pada tahun 1778, Batavia harus memproduksi 4,5 ton permen permen jahe untuk diekspor ke Belanda.


7. Draf Naskah Proklamasi Sempat Hilang

Draf naskah proklamasi ditulis tangan oleh Bung Karno dan dibantu Bung Hatta dalam pemilihan kata-katanya. Setelah acara proklamasi selesai, draf tersebut menghilang. Wartawan senior Indonesia bernama BM Diah menemukan draf tersebut di keranjang sampah. BM Diah lalu menyimpan draf tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.


8. Belanda Membawa Narapidana Pertama ke Nusakambangan

Pulau Nusakambangan  dikenal sebagai Alcatraz-nya Indonesia. Narapidana-narapidana kelas kakap banyak yang dikirm ke pulau ini untuk menjalani masa hukuman. Titik awal masuknya Narapidana ke Pulau Nusakambagan adalah saat Belanda akan membangnun benteng pertahanan di pulau tersebut.

Untuk membangun benteng, Belanda memanfaatkan tanaga Narapidana dari beberapa Penjara di Jawa. Narapidana-narapidan tersebut dibawa Belanda ke Pulau Nusakambangan dan akhirnya melanjutkan hukumannya di Pulau tersebut.


9. Demi Patung Pancoran, Bung Karno Jual Mobil

Pembuatan Patung Pancoran atau Patung Dirgantara sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI), yang membuat posisi Bung Karno sebagai Presiden Indonesia di Ujung Tanduk. Demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, Bung Karno harus menjual salah satu mobilnya dan menyerahkan dana sebesar Rp1.700.000,- kepada Edhi Sunarso, sang pemahat.

Edhi juga turut merogoh kocek pribadi hingga menghutang kepada pemasok bahan pembuatan patung. Sayagnya, sebelum patung itu diresmikan, Bung Karno telah meninggal dunia terlebih dahulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah Bung Karno saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian Bung Karno.


10. Nusantara  Bukan Wilayah Majapahit

Selama ini kita mengetahui bahwa daerah kekuasaan Kerajaa Majapahit mencakup seluruh Nusantara, bahkan Thailand dan Campa. Padahal sebenarnyatidak ada bukti pasti yang menjelaskan bahwa wilayah Kerajaan Majapahit mencakup seluruh Nusantara. Daerah efektif kekuasaan Kerajaan Majapahit hanya sebatas Pulau Jawa saja, bahkan hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan untuk kepentingan keamanan dan perdagangan regional.

Anggapan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut memberi upeti kepada Majapahit adalah salah satu tafsir karena tidak ada keterangan sedikitpun di kitab Negarakretagama yang menyatakan adanya upeti, apalagi upeti tanda tunduk kepada kepada Majapahit.

Menurut Negarakretagama, Majapahit memang sering mengadakan pesta yang mengundang kerajaan-kerajaan dan wakil kerajaan tersebut membawa hadiah bagi Raja Majapahit . Alan tetapi, itu hadiah, bukan upeti.

Bagaimana? Menarik bukan? Fakta-fakta menarik Sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan waktu kamu sekolah, dan mungkin juga tidak akan pernah diterangkan oleh gurumu. Kamu jadi tahu dan punya pengetahuan baru lagi bukan? Ini membuktikan kalau belajar itu tidak harus di dalam kelas saja. Pengetahuan juga bisa kita dapatkan dimana saja, asal kita mau membaca.

Mungkin dari kalian mau menambahkan fakta-fakta menarik lainnya? Kalian tinggal isi di kolom komentar dibawah. Sebutkan juga fakta menarik sejarah Indonesia yang menurutmu paling manarik ya. Sekian dulu ya postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. 

Sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.COM.

10 Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIA yang Mungkin Tidak Kamu dapatkan di bangku Sekolah

10 Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIA
Fakta Menarik tentang Sejarah INDONESIAKita semua pasti sudah tahu dengan sejarah Indonesia. Zaman pra-sejarah juga sudah kita pelajari sejak duduk di bangku SD. Apakah kalian tahu Kerajaan Pertama di Indonesia? Dan Berapa lama Belanda menjajah negara Indonesia? Yapp benar, Kerajaan pertama di Indonesia yaitu Kerajaan Kutai, lebih tepatnya Kerajaan Kutai Martadipura. 

Kerajaan ini bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua, yang berdiri sekitar abad ke-empat.  Kerajaan ini terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.  Dan Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun sejak tahun 1590-1940. Meskipun ini kemudian masih menuai perdebatan.

Buku sejarah yang tebal dan tidak ada habisnya meski dibahas dari SD sampai SMA telah terekam semua peristiwanya yang bersejarah di Indonesia. Akan tetapi, sesungguhnya ada juga fakta-fakta menarik sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan di Sekolahmu dulu. 

Ya, dipostingan kali ini saya sudah merangkumnya, jadi kamu tidak usah repot-repot mencarinya satu persatu. Ok, selamat membaca ya. Berikut adalah beberapa fakta-fakta menarik sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan di Sekolahmu dulu:


Fakta Menarik tentang Sejarah Indonesia yang jarang Kamu Ketahui


1. Stasiun KA Bandung dirancang untuk Persiapan Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Bandung

Sejak tahun 1884, Bandung telah memiliki Stasiun Kereta Api. Akan tetapi, bangunan stasiun yang sampai sekarang masih berdiri adalah rancangan Tahun 1928, yang khusus dirancang arsitek  Belanda EH de Roo karena niat Belanda memindahkan Ibu Kota Hindia Belanda dari Jakarta ke Bandung. 

Saat itu, pihak Belanda telah merencanakan pembangunan 14 Kantor dan perumahan bagi 1500 pegawainya. Tetapi niat ini tidak sempat terpenuhi karena pada tahun 1930-an Belanda mengalami krisis ekonomi. Oleh sebab itu kondisi keuangannya juga makin terpuruk karena okupasi Nazi Jerman di masa Perang Dunia ke II.

2. Bendera Pusaka Merah Putih dari Sprei dan Penjual Soto

Bendera Merah Putih untuk keperluan Kemerdekaaan sebenarnya telah dibuat oleh Istri Bung Karno, Fatmawati, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Tetapi, Bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. Dan akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat Bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto pemud yang bernama Lukas Kastaryo.

3. Bung Karno Tidak Puasa saat Proklamasi

Mungkin kamu tahu bahwa hari proklamasi kemerdekaan RI jatuh pada bulan Ramadhan. Namun, saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena beliau sedang sakit akibat gejala Malaria Tertiana. Ketika dibangunkan di pagi hari, beliau mengeluh badannya tersa seperti meriang. Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada Pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memproklamasikan Kemerdekaan RI pada Pukul 10.00 WIB.

4. Koran Pertama yang Terbit dan yang dibredel di Indonesia adalah Koran yang sama

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen memerintahkan anak buahnya untu membuat lembaran berita internal yang berisi informasi mengenai kedatangan dan keberanghkatan kapal-kapal niaga. Lembaran berita tersebut ditulis tangan sebanyak 4 halaman dan diberi nama Memorie der Nouvelles. Ini merupakan cikal bakal Koran Bataviase Nouvelles, yang diterbitkan pertama kali pada 7 Agustus 1744 setelah masuknya mesin cetak ke Hindia Timur.

Bataviase Nouvelles merupakan koran pertama yang diterbitkan di Batavia, maupun Indonesia. Koran ini diterbitkan seminggu sekali sebanyak 4 halaman dengan tata letak dua kolom. Tapi sayangnya, baru saja kontrak penerbitan diperpanjang, koran ini harus diberedel pada 20 November 1745 karena anggota Dewan Direktur VOC di Amsterdam takut akan banyak rahasia VOC yang terbongkar ke publik.


5. Marco Polo Bertemu dengan Masyarakat Kanibal di Nusantara

Pada perjalannya ke Nusantara tahun 1292, Marco Polo terkejut melihat adanya masyarakat yang memakan daging manusia. Kejadian ini dia temukan di pesisir Sumatra.

Ketika berada di Kerajaan Dagroian (daerah Pidie, Aceh), Marco Polo melihat masyarakat setempat memakan daging kerabatnya yang sedang sakit parah dan tidak bisa disembuhkan. Di daerah tersebut , jika ada kerabat yang sakit maka akan dipanggil penyihir untuk memeriksa apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Jika tidak bisa, maka akan dipanggil orang khusus untu membunuh kerabat yang sakit. Lalu setelah mati, dagingnya akan dimasak dan disantap bersama.


6. Permen Jahe Sempat Jadi Komditas Utama Batavia

Kita semua pasti sudah tahu, Indonesia dikenal bangsa Barat sebagai wilayah enghasil rempah-rempah dengan kualitas sangat baik, seperti lada, cengkeh dan jahe. Siapa sangka bahwa rempah-rempah tersebut tumbuh dengan baik dan subur di daratan Batavia, yang sekarang menjadi Ibukota Indonesia yakni Jakarta. Bahkan pada tahun 1778, Batavia harus memproduksi 4,5 ton permen permen jahe untuk diekspor ke Belanda.


7. Draf Naskah Proklamasi Sempat Hilang

Draf naskah proklamasi ditulis tangan oleh Bung Karno dan dibantu Bung Hatta dalam pemilihan kata-katanya. Setelah acara proklamasi selesai, draf tersebut menghilang. Wartawan senior Indonesia bernama BM Diah menemukan draf tersebut di keranjang sampah. BM Diah lalu menyimpan draf tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.


8. Belanda Membawa Narapidana Pertama ke Nusakambangan

Pulau Nusakambangan  dikenal sebagai Alcatraz-nya Indonesia. Narapidana-narapidana kelas kakap banyak yang dikirm ke pulau ini untuk menjalani masa hukuman. Titik awal masuknya Narapidana ke Pulau Nusakambagan adalah saat Belanda akan membangnun benteng pertahanan di pulau tersebut.

Untuk membangun benteng, Belanda memanfaatkan tanaga Narapidana dari beberapa Penjara di Jawa. Narapidana-narapidan tersebut dibawa Belanda ke Pulau Nusakambangan dan akhirnya melanjutkan hukumannya di Pulau tersebut.


9. Demi Patung Pancoran, Bung Karno Jual Mobil

Pembuatan Patung Pancoran atau Patung Dirgantara sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI), yang membuat posisi Bung Karno sebagai Presiden Indonesia di Ujung Tanduk. Demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, Bung Karno harus menjual salah satu mobilnya dan menyerahkan dana sebesar Rp1.700.000,- kepada Edhi Sunarso, sang pemahat.

Edhi juga turut merogoh kocek pribadi hingga menghutang kepada pemasok bahan pembuatan patung. Sayagnya, sebelum patung itu diresmikan, Bung Karno telah meninggal dunia terlebih dahulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah Bung Karno saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian Bung Karno.


10. Nusantara  Bukan Wilayah Majapahit

Selama ini kita mengetahui bahwa daerah kekuasaan Kerajaa Majapahit mencakup seluruh Nusantara, bahkan Thailand dan Campa. Padahal sebenarnyatidak ada bukti pasti yang menjelaskan bahwa wilayah Kerajaan Majapahit mencakup seluruh Nusantara. Daerah efektif kekuasaan Kerajaan Majapahit hanya sebatas Pulau Jawa saja, bahkan hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan untuk kepentingan keamanan dan perdagangan regional.

Anggapan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut memberi upeti kepada Majapahit adalah salah satu tafsir karena tidak ada keterangan sedikitpun di kitab Negarakretagama yang menyatakan adanya upeti, apalagi upeti tanda tunduk kepada kepada Majapahit.

Menurut Negarakretagama, Majapahit memang sering mengadakan pesta yang mengundang kerajaan-kerajaan dan wakil kerajaan tersebut membawa hadiah bagi Raja Majapahit . Alan tetapi, itu hadiah, bukan upeti.

Bagaimana? Menarik bukan? Fakta-fakta menarik Sejarah Indonesia yang mungkin tidak kamu dapatkan waktu kamu sekolah, dan mungkin juga tidak akan pernah diterangkan oleh gurumu. Kamu jadi tahu dan punya pengetahuan baru lagi bukan? Ini membuktikan kalau belajar itu tidak harus di dalam kelas saja. Pengetahuan juga bisa kita dapatkan dimana saja, asal kita mau membaca.

Mungkin dari kalian mau menambahkan fakta-fakta menarik lainnya? Kalian tinggal isi di kolom komentar dibawah. Sebutkan juga fakta menarik sejarah Indonesia yang menurutmu paling manarik ya. Sekian dulu ya postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. 

Sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Salam AdityaTekno.COM.

Dapatkan Artikel Tips AdSense, Blogging, SEO setiap harinya.

Notifications

Disqus Logo